Home Latest Popular Genres Analysis About
📚 My Bookshelf ⏳ Reading History Log In Sign Up
📖 Suamiku Presider yang Kejam

Rahasia di Balik Senyuman

510 words

← Previous Chapter📑 ContentsNext Chapter →
Ayu masih berdiri di lorong, merasakan tatapan Vera yang penuh arti. Setelah Vera pergi, Ayu bergegas kembali ke kamarnya, hatinya berdebar. Dia membuka laptop tua dan mulai mencari lowongan pekerjaan, mengingat syarat dari Rendra: tidak boleh di perusahaan saingan. Namun, dia menemukan lowongan di PT Bumi Sejahtera, perusahaan yang bersaing langsung dengan Hartawan Group. Ayu ragu, tetapi tekadnya kuat. Dia harus mandiri, demi dirinya dan bayi dalam kandungannya. Meskipun melanggar aturan Rendra, Ayu memutuskan untuk melamar dengan nama samaran 'Wulan', nama gadis ibunya. Dia mengetik email lamaran dengan hati-hati, memastikan tidak ada yang melihat. Setelah mengirim, dia menyimpan bukti lamaran di folder tersembunyi di laptopnya. Napasnya lega, tetapi rasa bersalah menyergap. Dia tahu ini berbahaya, tetapi dia tidak punya pilihan lain. Saat Ayu menutup laptop, ponselnya bergetar. Sebuah pesan singkat dari Vera masuk: 'Semoga harimu menyenangkan, Nyonya Hartawan. Jangan lupa, semua ada di bawah pengawasan.' Ayu menelan ludah. Vera mengawasinya. Dia mencoba mengabaikan, tetapi rasa mual tiba-tiba menyerang. Dia berlari ke kamar mandi, memuntahkan isi perutnya. Setelah membersihkan diri, dia menatap bayangannya di cermin. Wajahnya pucat, matanya berkaca-kaca. Dia tidak bisa membiarkan Vera atau siapa pun tahu tentang kehamilannya. Dia harus kuat. Kembali ke kamar, Ayu membuka email lagi. Belum ada balasan. Dia menghela napas, mencoba menenangkan diri. Tiba-tiba, dia mendengar suara langkah kaki di lorong. Jantungnya berdebar. Apakah Vera datang lagi? Ternyata hanya pembantu yang lewat. Ayu menghela napas lega. Dia memutuskan untuk keluar kamar, mencari suasana yang berbeda. Di ruang tamu, dia melihat Rendra sedang berbicara di telepon, tampak serius. Ayu tidak ingin mengganggu, tetapi dia tidak bisa menahan diri untuk mendengarkan. Rendra berkata dengan suara rendah, 'Istri yang tidak akan menyusahkan, itu yang kubutuhkan.' Ayu membeku di tempat. Kata-kata Rendra menusuk jantung Ayu. Dia merasa seperti barang yang tidak berharga, hanya dianggap sebagai beban. Ayu mundur perlahan, kembali ke kamarnya. Dia duduk di tepi tempat tidur, menatap kosong ke dinding. Air mata mengalir tanpa bisa dibendung. Dia ingat alasan dia menikah: untuk membantu keluarganya yang terlilit utang. Tapi sekarang, dia merasa seperti boneka yang tidak punya kendali atas hidupnya. Namun, tekadnya semakin kuat. Dia tidak akan membiarkan dirinya diinjak-injak. Dia akan membuktikan bahwa dia berharga, bukan hanya sebagai istri kontrak, tetapi sebagai wanita yang mandiri. Ayu membuka laptop lagi, memeriksa email. Belum ada balasan dari PT Bumi Sejahtera. Dia mencoba bersabar. Sore harinya, saat Ayu sedang membaca buku di taman, ponselnya bergetar. Email masuk! Dengan tangan gemetar, dia membukanya. Isinya: 'Kepada Yth. Wulan, kami mengundang Anda untuk wawancara pada hari Senin pukul 10 pagi.' Ayu tersenyum, harapan pertama sejak pernikahan muncul. Dia membalas email dengan sopan, mengonfirmasi kehadirannya. Dia merasa ada secercah cahaya di tengah kegelapan. Ayu bersiap-siap untuk wawancara, memilih pakaian yang rapi namun tidak mencolok. Dia bertekad untuk memberikan kesan terbaik. Saat dia melangkah keluar kamar, dia mendengar suara Rendra di ruang kerja, berbicara di telepon. Penasaran, dia mendekat perlahan. Saat Ayu bersiap untuk wawancara, dia mendengar Rendra berbicara di telepon di ruang kerja, 'Istri yang tidak akan menyusahkan, itu yang kubutuhkan.' Ayu membeku, mendengar kata-kata itu.
← Previous Chapter📑 ContentsNext Chapter →
🐦 Twitter 💬 Facebook

💬 Reader Comments

Comments are coming soon. Join the discussion about Suamiku Presider yang Kejam!